Langkahnya berat tertatih dipagi yang dingin
Dia masih sangat muda difajar dunianya
Sebuah ember berbau busuk dipegang erat ditangan kirinya….
Tak sedikitpun kesedihan dan malu tersirat diwajahnya
Setiap rumah didatanginya dengan penuh harapan..
Walaupun terkadang penolakan yang diterimanya....
Beberapa pasang mata yang berpapasan memandangnya..
Kasihan, simpati, jijik bahkan menghakimi tersirat dimata mereka..
Gadis itu tidak perduli walaupun terkadang terasa menyakitkan...
Dia terus berjalan dari rumah ke rumah meminta sisa makanan...
Hal ini selalu dilakukannya setiap pagi dan sepulang sekolah..
Dari matanya selalu terpancar semangat dan mimpi..
Walaupun dia menyadari bahwa mimpinya begitu jauh...
Tidak banyak teman yang dimilikinya...
Beberapa temannya mengolok-olok bahkan menertawainya...
Terkadang dia ikut tertawa..
Namun tak jarang menangis dalam kesendirian...
Dalam doa dia bertanya apa yang akan terjadi kelak..
Meminta kekuatan untuk terus hidup..
Kekuatan untuk bertahan dan keteguhan hati..
Mensyukuri dan menyerahkan seluruh mimpinya...
Ya...dia hanyalah seorang gadis kecil...
Dia tidak pernah memilih hidup
Tapi hidup yang memilihnya lebih dulu...
Gadis itu menyadari...ini bukan suatu kutukan..
Bukan juga suatu penyesalan dan najis dalam hidupnya...
Dia tak pernah memimpikan sesuatu yang begitu tinggi...
Dia hanya tahu bahwa semua ini akan mengantarkannya ke suatu impian...
Suatu harapan...kelak...suatu hari...
Gadis itu tersenyum membangun kembali semangatnya..
Mengobarkan keberanian dimatanya...
Rabu, 30 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar